Selasa, 06 Desember 2011

Negosiasi


Seorang ibu berteriak lantang kepada salah satu penjual di Pasar tradisional.

“Bagaimana Pak??!  Kalau tidak dikasih saya ambil dari pedagang lain saja…” teriaknya gusar sambil mengangkat-angkat sebuah bungkusan berisi cabai merah segar.

Pedagang cabai hanya melirik ibu itu dengan malas. Ia lebih tertarik untuk melayani pembeli lain yang bersikap lebih manis. Ibu itu tampak tidak sabaran. Ia menggeser posisinya beberapa langkah menjauhi si pedagang, sambil sesekali melirik.

“Tambah lagi dua ribu lagi, bu!!” sahut pedagang cabai itu akhirnya.

Ibu itu kesal. Ia membuang mukanya dan beranjak pergi dari situ. Ia kembali mencoba bernegosiasi dengan pedagang cabai yang lain, namun kembali mendapati penolakan.

Selang beberapa lama, ia kembali ke tukang cabai yang pertama dan menyerah pada harga yang diberikan. Empat ribu rupiah, untuk se-ons cabai merah. Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, ibu itu pulang. Di tangan kanannya, terkepit sebuah Koran yang dibelinya tadi saat hendak ke Pasar.

“Jelas-jelas, di koran tertulis harga cabai melonjak naik karena gagal panen!! Masih saja, menawar sampai setengah harga begitu!! Mau makan apaa saya nanti??!!” keluh pedagang cabai. Sementara itu pedagang lain yang hanya berjarak beberapa meter dari situ menimpali. “Pakai perhiasan di kanan kiri, tapi nawarnya nggak kira-kira! Ndeso!!”

Pembeli-pembeli yang lain pun tersenyum geli.

** pas gue mau nulis FF ini, sebenernya gue masih belom tau mau nulis cerita apaan. Tapi begitu gue mulai ngetik satu kata, kata-kata berikutnya mendadak nongol gitu aja di pikiran gue. Ternyata bener orang yang ngomong : menulislah, maka inspirasi akan datang. ^^

0 komentar on "Negosiasi"

Posting Komentar

Posting tanpa komentar, bagai ayam KFC nggak pake saos. Yuk ngomentarin posting saya.. :3

Followers

Space For Rent

 

Refresh My Mind Copyright 2009 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Buy Unlocked iPhone | Marital Affair | Blogger Templates