Rabu, 28 Desember 2011

The Rev, foREVer


Buat seluruh penggemar Avenged Sevenfold, pasti udah pada tau hari ini kita memperingati apa. Buat yang belom tau, hari ini adalah tepat 2 tahun pasca meninggalnya Jimmy 'The Rev' Sullivan. Drummernya Avenged Sevenfold, yang nggak akan tergantikan oleh siapa pun.


Karena judulnya mengenang, jadi mungkin posting gue kali ini bakal rada-rada mellow.

Sekilas tentang The Rev

Jimmy Owen Sullivan, atau lebih dikenal dengan sebutan The Reverend Tholomew Plague (The Rev) lahir tanggal 9 Februari 1981 dan meninggal pada tanggal 28 Desember 2009. Sebelum bergabung dengan Avenged Sevenfold (A7x), The Rev sempat menjadi lead vocal dari band Pinkly Smooth yang dibentuknya bersama Synyster Gates.

Pria setinggi 193 cm ini menciptakan lagu paling banyak untuk album self titled 'Avenged Sevenfold' (2007). Dan ia menggunakan triple bass drum set.

Drum Milik The Rev

Awal Gue Tau Tentang The Rev

Jujur, gue emang terbilang baru kenal ama The Rev. Dulu gue pernah suka ama A7x, pas jaman-jamannya lagu Bat Country. Tapi nggak terlalu update tentang mereka. Waktu itu, gue ngikutinnya berita-berita MCR doank. Pas sekitar tahun 2010, saat gue denger lagu-lagu dari album Self Titled dari Bebe temen gue, barulah gue jatuh cinta ama mereka. Dan ternyata, adiknya sahabat gue itu fans berat The Rev. Maka, jadilah gue sekarang sebagai salah satu dari fans A7x.

Cuma ya, itungannya masih newbie lah.. Dan, gue janji CD mereka juga bakal gue cicil secepatnya. ^^

Sosok The Rev di Mata Gue

The Rev itu boleh dibilang multi talented banget. Ia jago banget main drum, bisa nyiptain lagu, main piano, nyanyi, dan yang terpenting ia jago banget bikin orang ketawa. Kalo lu liat di video-video documenternya A7x, di situ bakal terlihat kelakuan-kelakuan konyolnya The Rev. Dia suka joget-joget nggak jelas. Suka tiba-tiba meluk orang. Menyiram mukanya sendiri dengan kopi. Dan semua kelakuannya dia itu selalu sukses bikin orang-orang di sekitarnya ketawa.

Jadi, gue setuju banget ama apa yang Matt Tuck (Lead Vocal Bullet For My Valentine) bilang.

“Jimmy had a huge amount of love for everyone he met. When we’d go out for drinks, he would always grab you and hug you and kiss you and tell you how much he loved you. Jimmy had a huge passion for living life for however long he was going to be on this earth. It was cut dramatically short, but for the amount of time he was here, rest assured, he had a great time.”




Translatenya kurang lebih gini :
Jimmy memiliki banyak cinta yang sangat besar untuk setiap orang yang ia temui. Saat kami pergi untuk minum-minum, ia akan selalu menghampirimu dan memelukmu dan menciummu dan mengatakan betapa ia mencintaimu. Jimmy punya gairah yang sangat besar untuk menjalani hidup, walaupun ia tak lama berada di bumi ini. Kejadian itu sangatlah singkat dan dramatis, tapi demi seluruh waktu hidupnya, yakinlah, ia memiliki hidup yang hebat.

Untuk pendapat-pendapat dari musisi lain bisa dibaca di sini.

Kehilangan The Rev, bukanlah sesuatu yang mudah dilewati oleh personil band A7x yang lain. Mereka bahkan sempat kehilangan gairah untuk melanjutkan bandnya. Tapi demi The Rev, A7x tetap berjalan.

The Rev is foREVer in Our heart, our mind, and our soul.

Rest In Peace, Maestro.

  












Thanks to : revolvermagBlognya ivandhuha

2 komentar on "The Rev, foREVer"

Arif Chasan on 28 Desember 2011 15.51 mengatakan...

kita sama-sama ngebahas the rev..
tapi yg ini jauuuuuh lebih lengkap... X'(

saya cuman sekilas..

Chiizu Chan on 28 Desember 2011 16.15 mengatakan...

Hehee, kaga lengkap kok Rif biasa ajee.. ^^
Eniwei,makasih atas kunjungannya.. :D

Posting Komentar

Posting tanpa komentar, bagai ayam KFC nggak pake saos. Yuk ngomentarin posting saya.. :3

Followers

Space For Rent

 

Refresh My Mind Copyright 2009 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Buy Unlocked iPhone | Marital Affair | Blogger Templates