Jumat, 24 Februari 2012

(Day 12) Wasurenai yo!!


Aku kecewa saat melihat rumahmu terkunci rapat. Aku menanyakan keberadaanmu pada setiap orang yang kutemui. Tetangga kita yang dulu, teman-teman sekolah. Namun tak ada satu pun dari mereka yang tahu pasti dimana kamu tinggal sekarang. Mereka hanya mengatakan bahwa kamu telah pindah rumah, enam bulan yang lalu.

Aoi, apa kamu masih ingat padaku?!!

Karena tak bisa menemuimu, kuputuskan untuk pulang ke Tokyo. Sambil melangkah gontai, aku bermain-main dengan bola baseball di tanganku. Aku seperti bisa melihat ada sebuah adegan reka ulang pada setiap jalan yang kulalui. Dimana aku dan kamulah yang menjadi pemerannya.


Di bangku taman itu, aku pernah kewalahan membujukmu untuk berhenti menangis. Waktu itu, aku bersembunyi di atas pohon dan kamu hampir putus asa mencariku. Hingga akhirnya aku turun dari pohon, karena melihat kamu duduk sambil menangis di sana.

Di lapangan dekat sekolah itu, aku masih bisa rasakan euforia pertandingan baseball saat kita kelas 3 SMA. Aku masih ingat teriakanmu yang berupaya menyemangatiku. Kemudian sekolah kita menjadi juara untuk pertama kalinya. Namun dua bulan setelah hari bahagia itu, aku terpaksa harus meninggalkanmu.

“Hontou desuka*?! Issei mau pindah ke Tokyo?! Naze darou*?! Kenapa Issei tidak pernah bilang sebelumnya??!” kamu terlihat sangat terkejut saat mendengar kabar kepindahanku.

“Gomen ne*, aku belum siap untuk memberitahumu. Aku menunggu saat yang tepat.” aku menunduk, tak berani menatap balik matamu.

“Tapi, bukankah kita sahabat?! Harusnya kamu menyembunyikan apapun…” kamu lalu berlari pulang meninggalkanku.


Aku pun terkejut saat mendapat surat bahwa aku diterima di Takushoku University. Aku tahu ini akan menyedihkan bagi kita untuk berpisah. Tapi kamu tahu sendiri, bisa melanjutkan sekolah di sana adalah impianku sejak dulu.

Namida wo misenai tte, kimi wa sou itte

Bokutachi wa futari te wo futta
Sayonara wa iwanai, dakara te wo futta
Yuuyake ni kieta I Remember You 

Di hari perpisahan itu, kamu mengantarku sampai di stasiun kereta api. Walau kamu bilang kamu takkan menangisiku, tapi aku bisa melihat matamu sembab. Lalu kita hanya saling melambaikan tangan. Tak ada sepatahpun ucapan perpisahan atau selamat tinggal. Kita memang tidak perlu mengucapkannya, karena aku pasti akan menemuimu lagi. Pasti.

“ISSEI, I WILL REMEMBER YOU!!!!!” teriakmu, sebelum pintu kereta ditutup. Dan aku terus memandangi sosokmu hingga bayanganmu tak terlihat lagi.



Sudah hampir dua tahun berlalu dari peristiwa itu. Kini aku sudah menjadi tim inti di University. Tadinya, aku kemari untuk memintamu hadir pada pertandingan Koushien* tahun ini. Menyaksikan timku berjuang untuk menang.

Ingat, kan?! Dulu aku pernah berjanji untuk menjadi lebih hebat. Untuk mengalahkan lawan-lawanku dalam tiga kali lemparan. Sampai sekarang pun, aku masih mengingat janji itu. Dan sampai kapanpun, aku takkan pernah melupakan semua tentang kita. Wasurenai yo*!!

Aku menyesal tidak datang lebih awal kemari. Aku menyesal karena terlalu sibuk mengurus keegoisanku akan baseball.

Aoi chan, kamu adalah bagian terbaik dalam hidupku. Bisakah kamu mendengar itu?!!



*Hontou desuka : benarkah??
*Naze darou : tapi kenapa??
*Gomen ne : maaf ya
*Koushien : Tournament baseball 
*Wasurenai yo!! : takkan pernah lupa

0 komentar on "(Day 12) Wasurenai yo!!"

Posting Komentar

Posting tanpa komentar, bagai ayam KFC nggak pake saos. Yuk ngomentarin posting saya.. :3

Followers

Space For Rent

 

Refresh My Mind Copyright 2009 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Buy Unlocked iPhone | Marital Affair | Blogger Templates