Kamis, 24 Mei 2012

Interview With Rina Shu (Penulis Buku “Kimi Wo Shinjiteru”)


Beberapa waktu silam, gue pernah mengirim email berupa pertanyaan2 untuk dua orang penulis pendatang baru yang telah berpengalaman dengan penerbit mayor maupun Indie. Berikut adalah hasil interview gue dengan Rina Shu, penulis novel "Kimi Wo Shinjiteru".

Buku “Kimi Wo Shinjiteru” ini buku debutnya kak Rina ya?! Pertama kali aktif menulis itu pas kapan sih? Apa sebelumnya sudah rajin mengirim tulisan ke media juga?!

"Iya betul, "Kimi Wo Shinjiteru" adalah novel debutku. Kalau hobi nulis sebenarnya udah dari kecil, mulai dari puisi sampai cerpen. Tapi dulu cuma sekadar hobi. Baru bener-bener serius kira-kira 4-5 tahun yang lalu. Awalnya nulis cerpen untuk dikirim ke majalah-majalah remaja tapi gak pernah dimuat, hehe. Baru nekat nulis novel setelah lihat suksesnya novel dan film Eiffel I'm In Love. Waktu itu mulai banyak anak muda yang melirik profesi penulis."

Buku “Kimi Wo Shinjiteru” sendiri lama pengerjaannya berapa lama?! Dan dapat idenya dari mana? 

Aku ngerjain "Kimi Wo Shinjiteru" selama kurang lebih tiga tahun, lama ya? :D Ide cerita "Kimi Wo Shinjiteru" sendiri aku dapat dari pengalaman pribadi yang tentunya ditambah dan dikurangi demi keperluan cerita.

Sebelum diterbitkan oleh Diva Press, kakak menerbitkan buku ini secara indie. Perbandingan dari menerbitkan buku di Penerbit dan secara Indie gimana kak?! Lalu gimana sih prosesnya, dari buku indie bisa sampai diterbitkan oleh penerbit mayor?!

Perbedaan yang paling besar adalah kalau lewat penerbit mayor bisa masuk toko buku, sementara kalau lewat jalur indie agak susah untuk masuk toko buku. Dengan ada di toko buku otomatis peluang untuk dilihat masyarakat lebih besar. Selain itu kalau lewat jalur indie kita juga harus siap menangani semuanya, dari mulai editing, layouting, cover, promosi, sampai penjualan. 

Proses dari indie ke mayor sama saja dengan kalau kita langsung submit naskah ke mayor. Kirim naskah sesuai dengan persyaratan penerbit ke penerbit yang dituju lalu tunggu kabar dari penerbit. Sudah terbit secara indie gak berpengaruh besar dalam proses ini. Kecuali ada beberapa teman yang secara langsung dipinang oleh penerbit mayor karena melihat respon pembaca terhadap bukunya yang terbit secara indie.

Kakak pasti tahu kalo jaman sekarang makin banyak penulis-penulis newbie yang bermunculan. Beberapa dari mereka kualitasnya diragukan. Kalo menurut pendapat kakak sendiri gmn tentang karya penulis2 newbie ini?!

Aku juga masih newbie lho :D Dengan menjamurnya layanan self-publishing akhir-akhir ini memang membuat proses menerbitkan buku menjadi sangat mudah. Sayangnya, banyak penulis yang jadi terkesan asal-asalan dengan karya mereka. Mereka jadi kurang memperhatikan kualitas cerita dan bahkan ada juga yang nekat menulis buku dengan EYD yang acak-acakan. Tapi kembali lagi biar pasar yang menentukan mana buku dan penulis yang bisa bertahan di  dunia literasi ini.

Bagaimana pangsa pasar di penerbitan indie sendiri?! Banyak penulis indie yang mengeluh sulit untuk menjual bukunya. Bagaimana strategi kakak sendiri untuk menyikapi hal ini?!

Pangsa pasar sebenarnya luas apalagi dengan maraknya social media. Tapi mempromosikan sebuah produk itu bukan pekerjaan mudah. Ditambah lagi masyarakat tampaknya masih lebih suka belanja buku di toko buku dibanding secara online. Dan ada anggapan bahwa buku yang bagus adalah buku yang diterbitkan oleh penerbit mayor.

Aku lebih banyak promosi di social media seperti twitter dan facebook, juga blog. Review dari teman-teman juga cukup membantu.

Kira-kira apa aja sih yg dibutuhkan seorang penulis agar karyanya bisa menembus penerbit?! *temanya harus unik kah?! Komersil kah?!*

Akan lebih baik kalau naskah kita memiliki keunikan tersendiri. Bisa dari tema ceritanya maupun cara penulisannya. Pandai-pandai memilih penerbit. Jangan sampai mengirimkan naskah bergenre romance ke penerbit yang biasa menerbitkan buku-buku agama. Manfaatkan juga peluang yang ada saat ada penerbit yang membutuhkan naskah-naskah yang sesuai dengan genre naskah kita.

Kalo misalnya ada penulis yg ingin meminta endorse dari kakak, apa kakak bersedia? Kalo iya, apa aja ketentuannya?

Tentu aja aku bersedia. Gak ada ketentuan apa-apa, silakan kirim naskahnya ke aku dan kasih aku waktu untuk baca :))

Pesan kakak untuk para penulis newbie?!

Menurutku gak ada yang namanya penulis pemula dan penulis senior. Menulis adalah sesuatu yang gak akan habis kita pelajari dan kita semua sama-sama sedang mempelajarinya.
Pesanku untuk yang baru ingin mulai serius menulis, menulis adalah pekerjaan yang membutuhkan komitmen kuat dan kedisiplinan. Jangan mudah patah semangat dan jangan berhenti belajar. Semangat! ^^

Segitu aja kak pertanyaannya. ^^ Terima kasih banyak atas waktunya. Semoga sukses selalu. Dan ditunggu ya novel yang selanjutnya.. :D
 

0 komentar on "Interview With Rina Shu (Penulis Buku “Kimi Wo Shinjiteru”)"

Posting Komentar

Posting tanpa komentar, bagai ayam KFC nggak pake saos. Yuk ngomentarin posting saya.. :3

Followers

Space For Rent

 

Refresh My Mind Copyright 2009 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Buy Unlocked iPhone | Marital Affair | Blogger Templates