Jumat, 17 Agustus 2012

Jatuh Cinta vs Mencintai


Sekitar beberapa hari yang lalu gue baca sebuah artikel yang membahas perbedaan dari jatuh cinta dan mencintai. Intinya, artikel itu bilang jatuh cinta itu perasaan yang terjadi secara cepat dan bisa berakhir dengan cepat juga. Agar cinta itu tetap terjaga maka kita harus mencintai. Mencintai seseorang berarti berusaha melengkapi bagian dari orang tersebut. Yah, setiap orang punya definisinya sendiri tentang arti cinta.

Seperti yang pernah gue ceritakan dalam post-post sebelumnya, saat ini gue lagi jatuh cinta dengan seorang cowok. Sayangnya, baru tadi gue mengetahui bahwa status dia bukan jomblo. Yap, dia udah punya pacar sob! Dibilang kecewa, yah kecewa juga sih. Tapi gue nggak merasa kehilangan, karena gue memang nggak pernah memiliki dia.

Dari pengalaman yang gue alami ini, juga dari artikel yang gue baca itu, gue bisa menyimpulkan beberapa hal :


1) Jatuh cinta, memang tak bisa direncanakan sebelumnya. Kita tidak akan pernah tahu nanti kita akan jatuh cinta dengan siapa dan orangnya seperti apa. Tapi kita bisa memutuskan apakah kita akan mencintai orang tersebut atau tidak. Karena itu, saat kita jatuh cinta pada seseorang, kita perlu menggunakan sedikit logika kita untuk menganalisis apakah orang tersebut layak kita cintai atau tidak. Seperti bagaimana kepribadiannya, atau apakah ia masih sendiri atau tidak. Mencintai orang yang salah hanya akan menyakiti diri sendiri, lebih baik kita berhenti sebelum perasaan kita tumbuh semakin besar.

2) Jatuh cinta adalah sebuah proses yang cepat, biasanya semua berawal dari kontak mata. Sementara mencintai seseorang merupakan sebuah proses yang memakan waktu cukup lama. Kita perlu mengenali perasaan kita sendiri sebelum memutuskan untuk menyatakan cinta. Apakah kita merasakan perasaan yang tidak biasa ketika kita berada di dekat orang tersebut? Atau hanya perasaan nyaman yang biasa? Apakah ini benar cinta atau hanya sebuah obsesi untuk memiliki? Banyak orang yang akhirnya tidak nyaman dengan hubungannya karena mereka hanya memilih pasangan yang "baik" terhadap mereka, dsb. Ada yang mengatakan jatuh cinta saja tidak cukup untuk memulai sebuah hubungan. Karena sebagaimana prosesnya yang terjadi secara cepat, ia juga bisa berakhir dengan cepat pula.

3) Saat jatuh cinta, biasanya kita akan memiliki ekspektasi-ekspektasi terhadap orang yang kita cinta. Entah itu, kita mengharapkan dia akan romantis seperti tokoh-tokoh dalam novel. Atau kita mengharapkan dia akan memiliki minat yang sama dengan kita. Ketika ekspektasi tersebut tidak terpenuhi, kita cenderung akan kecewa hingga kemudian berujung pada ilfeel. Tapi ketika kita mencintai seseorang, sekalipun ekspektasi tersebut tidak terpenuhi, sekalipun orang yang kita cinta mengecewakan kita, kita akan berusaha menyesuaikan diri dan memberi toleransi kepada orang yang kita cinta tersebut.

4) Menemukan orang yang benar-benar tepat terkadang terlihat seperti sebuah proses yang melelahkan. Bahkan orang yang sudah menikah bertahun-tahun lamanya saja masih bisa bercerai. Orang tua gue beberapa kali bertengkar hebat, hingga gue berpikir mungkin gue akan menjadi salah satu anak broken home. Tapi pada akhirnya keluarga gue tetap utuh dan orang tua gue pun bisa rukun kembali. Karena itu jadian atau married ternyata bukanlah akhir yang bahagia dari sebuah cerita cinta. Ini hanya awal dari sebuah tahapan yang baru. Kenapa ada orang yang mampu bertahan dengan pasangannya sementara yang lain memutuskan untuk berpisah? Ini semua kembali ke dalam diri masing-masing. Mampukah kita mengalahkan ego kita demi pasangan kita? Bisakah kita mempertahankan yang baik dan tidak melepasnya demi seseorang yang terlihat lebih baik?

5) Cinta bukan sesuatu yang bisa dipaksakan. Sama seperti halnya kita yang nggak mau dipaksa, maka tidak sebaiknya kita memaksakan kehendak kita terhadap orang lain. Jujur aja, gue sendiri adalah tipe orang yang egois untuk urusan perasaan. Biasanya, kalo cinta gue nggak terbalas gue akan memutuskan komunikasi dengan orang tersebut sampai perasaan gue kembali netral. Dan gue salut banget sama orang-orang yang mampu tetap "berteman" atau bahkan "bersahabat" dengan orang yang mereka cinta, meskipun mereka tahu perasaan mereka tak berbalas. Karena ini bukan sesuatu yang sanggup gue lakukan untuk saat ini. Gue juga bukan tipe orang yang suka menunggu. Kalo gebetan ternyata udah punya pacar, ya move on! Berat sih.. tapi gue nggak mau perasaan gue jadi bayang-bayang hubungan orang lain. Kalo emang dia jodoh gue, tar juga ketemu lagi. Kalo ga, ya berarti emang bukan dia yang jadi jodoh gue.

6) Jangan mencintai seseorang melebihi cinta kita terhadap diri sendiri. Cinta itu harus sama besarnya. :) Dikhianati oleh orang kita cintai memang terasa menyakitkan, bahkan cenderung menimbulkan trauma. Tapi kalo kita memutuskan untuk tetap menyendiri sepanjang hayat kita, kita juga loh yang akan rugi. Hidup ini baru terasa lengkap, ketika ada cinta di dalamnya. Memang nggak ada garansi yang menjamin bahwa sebuah hubungan tidak akan berakhir di tengah jalan. Karena itu mencintai juga perlu keberanian untuk mengambil resiko. Seperti halnya hidup yang mengandung sisi dualitas, dalam cinta pun kita akan merasakan tawa dan air mata. Be brave!! Asal kita tetap dekat dengan Tuhan dan memiliki hati yang besar, kita pasti bisa melewati apa pun. :D

Walaupun singkat, biar bagaimana pun gue berterima kasih sama Mr. Ri. Karena dia, sekarang gue jadi lebih memahami konsep cinta. Hidup gue pun jadi sedikit berwarna. Anggap aja, Mr. Ri itu adalah sebuah bintang jatuh. Singkat, tapi berkesan buat kehidupan gue. Gue doain semoga Mr. Ri senantiasa bahagia dengan gadis pilihannya. :))

Sementara itu, gue akan kembali berkonsentrasi sama tulisan-tulisan gue yang terlantar. Hahaha. Pikiran gue udah plong, karena gue udah nggak mikirin si Mr. Ri lagi. Sesekali masih kepikiran sih~ Tapi, gue percaya waktu akan mengembalikan hati dan perasaan gue seperti sedia kala. :3

Soal jodoh~ Oke, harus gue akui kadang-kadang gue rada jealous sama temen-temen gue yang udah ketemu jodohnya (tinggal tunggu modal married doank). Cuma gue nggak mau sembarangan jadian sama orang hanya karena nggak pengen sendirian. Siapa pun yang jadi pacar gue nanti, gue harap dia lah cinta terakhir dalam hidup gue. Gue harap dia lah jodoh yang telah disiapkan Tuhan untuk melengkapi hidup gue. 

Buat sobat sekalian yang masih galau karena belom ketemu jodoh, tetap optimis aja. Jodoh itu nggak perlu dicari. Dia yang akan mendatangi kita, ketika waktunya telah tiba. 

Salam lover. ^^ 

Cizu deshita!!

0 komentar on "Jatuh Cinta vs Mencintai"

Posting Komentar

Posting tanpa komentar, bagai ayam KFC nggak pake saos. Yuk ngomentarin posting saya.. :3

Followers

Space For Rent

 

Refresh My Mind Copyright 2009 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Buy Unlocked iPhone | Marital Affair | Blogger Templates