Kamis, 06 September 2012

Setahun Kemudian


                Dia berdiri di sana, di depan kantorku. Menungguku kembali dari lapangan. Puluhan sms darinya menghujani ponselku beberapa hari belakangan ini. Parasnya pucat mendadak bersinar saat melihat sosokku. Ia tersenyum memikat, sama seperti caranya tersenyum saat kami pertama bertemu dulu.
                
                “Ada yang bisa kubantu?” tanyaku berbasa-basi dengan ekspresi datar.
                
                “Rangga, bisa kita keluar sebentar?! Makan malam mungkin ada banyak hal yang ingin kubicarakan.”
                
                “Hm, maaf Kania. Nanti malam aku harus menjemput pacarku,” jawabku singkat. “Kenapa kau tidak mengajak suamimu saja.”
                
                Bisa kulihat badan Kania sedikit bergetar. Seolah dirinya tak mampu menahan lagi kecamuk emosi dalam nuraninya. Akhir-akhir ini ia sering mengontakku. Ia bercerita bagaimana suaminya yang pengusaha kaya menjadi pemabuk karena bisnisnya merugi. Bagaimana ia menjadi sasaran emosi dan acap kali menerima perlakuan tidak menyenangkan dari suaminya.
                
                "Jika aku menceraikan suamiku, maukah kau kembali padaku?! Kau putuskan saja pacarmu itu! Please, demi aku.." Kania mulai merengek. Sifat egoisnya sama sekali tidak berubah.
                
                "Maaf, Kania. Sejak kau putuskan untuk menikah dulu, aku bukan lagi Rangga yang dulu. Yang mau melakukan segalanya untukmu. Pulanglah, tak seharusnya kau berada di sini."

                 Sungguh, aku iba padanya. Tapi aku tidak bisa lagi menggapainya. Jalan yang kami tempuh telah berbeda.

                **) dibuat untuk mengikuti permainan #FF2in1

0 komentar on "Setahun Kemudian"

Posting Komentar

Posting tanpa komentar, bagai ayam KFC nggak pake saos. Yuk ngomentarin posting saya.. :3

Followers

Space For Rent

 

Refresh My Mind Copyright 2009 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Buy Unlocked iPhone | Marital Affair | Blogger Templates