Sabtu, 20 Oktober 2012

Jadi Penulis Indie, Why Not?!


Jika kalian suka menulis, punya banyak stok tulisan, dan lagi butuh uang tambahan, nggak ada salahnya kalian coba terjun ke dunia penerbitan indie. Tentu saja, yang saya maksud di sini adalah penerbitan indie non berbayar. Alias gratis.

Indie, sendiri bisa dimaknai sebagai bebas mandiri. Mulai dari proses pembuatan karya sampe pemasaran dikerjakan sendiri. Karena dikerjakan sendiri, ya terserah kita mau bikin karya yang kayak gimana. Dengan catatan, nggak menyalahi norma-norma yang berlaku.

Lalu, apa aja sih yang perlu disiapkan? Kurang lebih, berikut adalah step-by-step yang saya tempuh untuk menjadi seorang penulis indie.

Naskah

Isinya bisa bermacam-macam, seperti kumpulan puisi, kumpulan cerpen, novel, biography, kumpulan artikel, dsb. Jika kalian bukan penulis idealis, saya sarankan menulislah sesuatu yang kira-kira akan dibaca oleh banyak orang. Bisa berupa ilmu, bisa berupa cerita-cerita romantis, dsb. Gampangnya kalo pengen buku indie kita laris, maka isinya harus menjual alias komersial. 

Begitu naskah rampung jangan males buat baca dan cek ulang tulisan kita. Apa ada kalimat yang masih nggak pas penempatannya? Apa masih ada typo yang bertebaran? Mengedit walaupun sedikit merepotkan tapi penting untuk dilakukan. :)

Tampilan Buku

Kalo naskahnya udah rampung, selanjutnya kita perlu memikirkan bentuk tampilan bukunya. Cover buku kita harus eye catchy untuk menarik minat pembaca. Kalo kita nggak bisa ngedesain sendiri, kita bisa nabung dan minta tolong sama jasa desain cover freelance yang tarif dan portfolionya sesuai keinginan kita. Kenapa cover itu penting? Karena pada dasarnya buku adalah sebuah produk juga yang harus dikemas dengan apik. Kalo emang pepatah Don't judge a book by it's cover berlaku, ngapain orang susah-susah kuliah buat belajar bikin desain yang bagus?

Selain cover, layout buku juga penting. Gunakan font yang tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil. Spasinya juga jangan terlalu renggang. Karena tarif dalam buku indie diitung per halaman, maka gunakan setiap halaman secara efesien. Jangan membuat pembeli merasa uangnya terbuang sia-sia untuk beberapa halaman yang tanpa arti (halaman kosong).

Sasaran Pembaca

Menentukan sasaran pembaca itu menurut saya adalah hal yang cukup penting untuk menyusun strategi pemasaran. Untuk buku non fiksi tentunya hal ini tidak menjadi masalah. Namun untuk buku-buku fiksi kita perlu sedikit lebih cermat karena tidak semua bacaan cocok untuk para remaja atau orang dewasa.

Saya pikir tidak ada salahnya memberi keterangan bahwa cerita yang kita tulis adalah cerita ringan yang cocok untuk remaja, atau sebaliknya cerita kompleks dengan beberapa adegan kekerasan yang lebih cocok untuk orang dewasa. 

Strategi Pemasaran

Bisa dibilang di sinilah perjuangan seorang penulis indie yang sesungguhnya dimulai. Ada semacam stigma di masyarakat yang menganggap bahwa buku indie adalah buku yang tidak matang, berkualitas rendah, dsb. Seperti yang kita tau, beberapa alasan penulis menerbitkan karyanya secara indie adalah karena naskahnya tersebut telah ditolak oleh penerbit mayor. Mungkin dari sinilah stigma tersebut berasal. 

Pandangan tersebut tidak sepenuhnya salah, karena saya memang acapkali menemukan beberapa buku indie yang tidak direncanakan dengan matang. Layoutnya berantakan, susunan kalimatnya kacau, EYD semrawut, dan masih banyak lagi hal lainnya. Karena itulah kita perlu meyakinkan calon pembeli kita agar mereka mau membeli.

Adapun cara yang bisa ditempuh adalah dengan memublikasikan beberapa hasil karya kita di blog, meminta bantuan teman untuk menulis review, mempromosikannya melalui jejaring social, memanfaatkan fasilitas dari situs penerbit indie jika ada, dsb. Terkadang, meskipun berbagai cara telah ditempuh buku kita masih saja tidak dilirik oleh pembeli. Jangan putus asa, dan tetaplah berkarya. Usaha keras tak akan mengkhianati (setel Shonichi - JKT48). XD

Royalti

Berapakah royalti yang bisa didapatkan oleh penulis Indie? Jawabannya, tergantung. Sama seperti halnya penulis mayor yang tidak bisa disama-ratakan penghasilannya, penulis indie pun demikian. Karena semua pengerjaannya dilakukan sendiri, penulis mendapatkan jumlah royalti yang lebih besar. Namun, keuntungan penulis mayor adalah ia tidak perlu pusing memikirkan masalah penjualan karena ada penerbit yang menaunginya. Dan karyanya pun bisa masuk toko buku, sehingga bisa lebih dikenal orang ketimbang karya penulis indie. Ditambah lagi, buku mereka dicetak dengan oplah besar sehingga menghemat biaya cetak dan harganya pun jadi lebih murah dari buku indie.

Secara umum, royalti seorang penulis indie berkisar antara ratusan ribu hingga jutaan. Tentu saja jumlah ini tidak tercipta dalam waktu sekejap, dibutuhkan usaha keras juga untuk meraihnya. Yang pasti, semakin banyak buku yang kita hasilkan, semakin besar pula hasil yang bisa kita dapatkan. Dan walaupun royalti adalah salah satu motivasi kita menulis namun jangan menjadikannya tujuan utama. 

Gimana? Tertarik menjadi penulis indie? 

Ada satu hal yang perlu diingat. Penulis indie juga sering dicap sebagai penulis instan. Karena diberi kemudahan dalam menerbitkan buku, mereka (termasuk saya) belum memiliki kematangan seperti halnya penulis mayor yang sudah mengalami pahitnya seleksi penerbit. Kebanyakan, penulis instan ini menulis karena lagi musim. Menerbitkan buku sekali, dua kali lalu menghilang tanpa bekas. 

Saya pikir menjadi penulis indie juga merupakan sebuah proses. Beberapa penulis indie yang benar-benar berpotensi ada juga yang akhirnya berhasil menerbitkan karyanya melalui penerbit-penerbit mayor. Tidak perlu ambil pusing dengan pandangan-pandangan miring terhadap penulis indie. Toh, semua yang besar juga berawal dari sesuatu yang kecil. Dan jangan lantas jumawa jika kita telah berhasil menerbitkan karya kita secara indie. Masih ada tujuan yang lebih besar sedang menanti kita. :)

Buat para penulis indie dan calon penulis indie, Hwaiting!! ^^

0 komentar on "Jadi Penulis Indie, Why Not?!"

Posting Komentar

Posting tanpa komentar, bagai ayam KFC nggak pake saos. Yuk ngomentarin posting saya.. :3

Followers

Space For Rent

 

Refresh My Mind Copyright 2009 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Buy Unlocked iPhone | Marital Affair | Blogger Templates