Minggu, 19 Mei 2013

Apa Yang Membuatmu Berhenti?


Saat kita sedang memperjuangkan mimpi, biasanya kita akan mendapatkan sederet rintangan yang menyurutkan langkah kita. Entah itu pengaruh internal atau external. Gue pun demikian. 

Seperti yang telah/belum kalian ketahui, gue punya mimpi jadi penulis sejak SMP dan belum terwujud sampai sekarang. Dulu, gue beranggapan bahwa gue kesulitan untuk menulis karena gue belum punya laptop. Jadi, gue menunggu untuk punya laptop terlebih dulu baru menulis. Ternyata, setelah gue mempunyai laptop gue belum juga menulis. Bahkan tulisan yang gue hasilkan dengan tulisan tangan jauh lebih banyak dibanding tulisan yang gue ketik di laptop.

Jadi, apa bener untuk mulai menulis kita butuh laptop? Nggak juga, laptop cuma alat yang membantu memudahkan pekerjaan kita. Penggerak utama untuk menulis, jelas bukan laptop.

Lalu, gue mulai mengeluh soal waktu. Waktu gue nggak cukup karena harus bekerja 8-9 jam selama 6 hari seminggu. Well, ini nggak bisa gue jadikan alasan juga. Karena Ika Natassa (kalo gue nggak salah inget) juga menulis hanya 2 jam di setiap akhir pekan, bedanya dia melakukan itu secara rutin dan konsisten.

Jadi, apa bener untuk menulis kita perlu waktu yang sangat banyak? Setelah gue pikir-pikir lagi, nggak juga ya. Kan waktu bisa disiasati juga. Bahkan torrent dengan speed 10 kbps aja bisa menyelesaikan file download-nya jika dinyalakan terus menerus. Udah jelas, waktu bukan masalah utama gue.

Gue mencoba memikirkan tentang ide gue yang mungkin kurang briliant, masih cetek, terlalu garing, dsb. Tapi sekarang banyak juga tuh buku-buku yang kayaknya 'biasa aja' tapi ternyata bisa laku juga. Katakanlah, sisi arogan dalam diri gue bilang "ah, buku kayak gini gue juga bisa bikin" toh kenyataannya gue belum juga menyelesaikan apapun. Jadi jelas bukan masalah pada idenya.

Apa yang membuat gue berhenti, berjalan lagi, dan yang jelas lebih sering berhentinya?

Underestimate terhadap diri sendiri, too much excuses, dan yang terlebih penting kurangnya usaha adalah apa yang harus gue hadapi dan basmi jika gue memang benar-benar ingin menjadi penulis. Atau selamanya gue akan berakhir jadi writer-wannabe tanpa pernah berhasil membukukan apapun.

Beruntung, gue masih punya satu hal yang menyelamatkan gue. Keinginan. Sekali keinginan itu hilang, maka tidak akan ada lagi usaha untuk mencapai mimpi tersebut. Dan seperti yang Mario Teguh bilang "seseorang baru akan disebut gagal, jika ia telah berhenti sepenuhnya". 

Curhat sedikit.. saat ini, gue sedang berusaha keras menyelesaikan naskah novel yang gue posting beberapa chapternya di ceritacizu.blogspot.com. Proyek yang telah gue mulai sejak tahun 2008, berhenti gue kerjakan selama beberapa tahun karena terlanjur ilfeel sama tulisan gue sendiri, tapi akhirnya gue mencoba melanjutkannya kembali.

Blog ini sangat sepi pengunjung, tapi gue bersyukur ada beberapa orang yang membacanya meskipun kebanyakan dari mereka tidak kembali lagi. Awalnya, gue melakukan publikasi ini agar mendapat masukan dari para pembaca. Tapi gue harus menerima kenyataan bahwa cerita gue tersebut memang sulit diterima umum karena tema dan gaya penulisannya yang amburadul. Garing iya, nggak jelas juga iya. Dan untuk beberapa hari, gue merasa drop. Gue merasa, mungkin gue bukan seseorang yang cocok menulis cerita bergenre humor.

Namun pada akhirnya gue memutuskan untuk tetap melanjutkan cerita gue itu secara offline, meskipun cerita ini sama sekali nggak bagus buat orang. Walau bagaimanapun, gue terlanjur cinta sama karakter-karakter yang gue ciptakan dalam novel tersebut. Gue lalu mencoba menghibur diri gue dengan membisikan kalimat-kalimat seperti "nggak papa, banyak juga kok penulis yang bukunya dibilang garing sama orang dan mereka masih bisa menjalani hidupnya dengan bahagia".

Jika berpatokan pada sisi dualisme, setidaknya pasti akan ada orang yang menyukai karya gue diantara sekian banyak orang yang nggak menyukainya. Kedengeran frustasi ya? Begitulah. Maka jangan salahin gue, kalo naskah gue ini bakal jadi salah satu naskah terancur dalam sejarah peradaban manusia.

Mungkin udah saatnya judul blog gue ini diganti jadi "cerita seputar orang putus asa."

Bila kalian memiliki masalah yang nyaris sama dengan yang gue alami, gue sarankan untuk tidak berhenti. Berhenti cuma memperburuk keadaan. Selesaikan tulisan kita dan jadilah pejuang sejati yang naskahnya gugur di tangan penerbit. Atau siapa tahu, malah ada yang tertarik untuk menerbitkannya. You will never know what will happen, if you stopSo, the story must go on.... :P


**tulisan ini didedikasikan untuk para calon penulis yang sedang berjuang menyelesaikan karyanya. YES... WE CAN!!

2 komentar on "Apa Yang Membuatmu Berhenti?"

stany cecilia on 19 Agustus 2013 03.20 mengatakan...

Asek asek semangat cizuuuu

Lina on 30 Oktober 2013 09.58 mengatakan...

sama, Cizu saya juga punya masalah seperti itu. Kayanya sih lebih karena belum menguasai materi. Semangat yah.

Posting Komentar

Posting tanpa komentar, bagai ayam KFC nggak pake saos. Yuk ngomentarin posting saya.. :3

Followers

Space For Rent

 

Refresh My Mind Copyright 2009 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Buy Unlocked iPhone | Marital Affair | Blogger Templates